Monday, April 6, 2020

tak berbalas, hanya bersama

semacam cinta yang saling menyapa namun terbalas atau tidak, urusan belakang
yang ku tau kau telah ada disampingku
sampai atau tidaknya cinta, aku tak menghiraukan
selama kita terus bersama

sebenarnya aku ingin mengetahui apa yang kau rasa
tapi aku pun tidak siap mendengarkan,
jawaban yang tidak ingin aku dengar
disatu sisi pula, aku takut kehilanganmu
karena kau mengetahui rasa yang tak seharusnya ada

sungguh janggal apa yang aku rasa terhadapmu
perasaan yang muncul walau kau hanya diam
tak melakukan sesuatu yang membuatku luluh
namun, rasa itu tetap ada dan menguat

aku tak berharap untuk menyatu
selama kita masih bisa bersama
aku tak berharap untuk berbalas
selama kau tetap ingin bersama

Saturday, February 29, 2020

Malang dan Kenangan

setiap pertemuan, selalu ada perpisahan. kita yang dulu tak saling sapa, kini menangis bersama karena tak lagi saling jumpa. tapi, aku tidak akan menyebut ini sebagai perpisahan selamanya, ini hanya sementara, dan hanya masalah waktu, kapan ia akan mempertemukan kita kembali.

tidak ku sangka aku akan jatuh hati kepada kota ini. kota yang sejuk walau padat disetiap sudutnya. kota yang mempertemukan ku denganmu. kota yang menjadi saksi dari segala memori yang ada didalamnya. mainlah ke kota ini, dan kau akan langsung jatuh cinta pada setiap sudutnya.

Malang... susah rasanya untuk meninggalkan kota ini setelah 5 tahun aku habiskan disini. kota yang akan selalu dirindukan setiap orang, termasuk aku. tersimpan banyak memori yang ada dikota ini. mulai dari kebersamaan tertawa bersama hingga malam-malam yang sunyi. kota ini memiliki kehangatannya sendiri disela-sela sejuknya udara yang ada. membuat setiap orang yang pernah singgah selalu memiliki alasan untuk kembali ke Malang.

kembali, waktu yang membuat kita harus berpisah. waktu terus berjalan seperti air yang mengalir deras. kita yang selalu bersama harus terpisahkan oleh jarak dan juga kota tercinta ini. tidak mudah bagiku untuk meninggalkan kota dan juga kamu. tangisan pun mungkin hadir menemani disaat-saat terakhir aku tau, bahwa aku harus terus meneruskan perjalanan ini.

selalu ada alasan untuk tetap tinggal di kota ini, namun waktu tidak memperbolehkanku. Malang mungkin tidak akan kemana-mana, tapi kalian yang akan pergi meninggalkannya. satu-persatu kalian akan pergi dan meninggalkan kota ini. namun aku yakin, kalian tidak mungkin akan membiarkan memori kalian terkubur.

terima kasih, kepada Malang yang akan selalu menjadi kota yang dirindukan. kota ini memiliki kenangan tersendiri bagi hidupku. terima kasih juga Malang karena telah menjadi tempat untuk aku bertemu dengan mereka yang mengisi hari-hariku. terima kasih juga kepada kalian, yang telah menjadikan Malang sebagai kota yang selalu aku rindukan.

Tuesday, May 28, 2019

tiada akhir untuk ini

kita yang tidak pernah memulai dan tidak akan pernah mengakhirinya, tanpa sengaja kembali di pertemukan oleh jarak dan juga waktu.
aku tidak akan berharap banyak kepadamu dan juga waktu, sedari dulu aku tidak pernah menaruh harapan kepadamu, kau tau mengapa?
karena aku tau bahwa tidak akan pernah ada akhir dari cerita yang tidak akan pernah kita mulai.

kita hanya suka bermain bersama, tanpa pernah berfikir panjang lebar. kita lebih suka seperti sedia kala.
tanpa ada sesuatu diantara kita, dan tidak akan pernah ada penyesalan diantaranya.

aku selalu saja menikmati kehadiranmu. namun aku pula tidak pernah mengharapkan kehadiranmu.
aku tidak pernah untuk tidak menyambutmu dengan baik.
namun, aku juga tidak pernah tau apakah kamu menikmati saat-saat bersamaku.

aku lebih suka seperti ini. tanpa ada kata diantara kita, tanpa ada rasa yang nantinya akan hilang tanpa sebab.
kita tidak akan pernah mengawalinya, kita juga tidak akan pernah ada akhirnya.

Sunday, April 28, 2019

waktu dan memori

mencoba untuk kembali menulis tidaklah suatu hal yang mudah, terutama setelah kejadian beberapa waktu lalu. ini bukanlah tulisan yang ditujukan kepada siapapun, bukan untukmu dan juga bukan untuk dia. tulisan ini tertulis karena aku dan juga untukku, dan para pembaca lainnya.

aku sempat membenci diriku sendiri karena segalanya yang telah hadir dalam hidupku. mulai dari kesedihan hingga kekecewaan yang ada. aku pun belum sempat diberikan pilihan untuk memilih mana yang lebih baik, namun takdir yang telah memilihkan jalan hidupku.

"waktu akan menyembuhkan segalanya" tidak menurutku. seseorang menyadarkanku bahwa waktu hanya menunda segalanya. menunda kesedihan yang telah kita alami begitu juga dengan semua kebahagiaan hidup. waktu tidak akan menyembuhkan luka kita, waktu hanyalah membuat kita melupakannya atau bahkan waktu juga yang akan mengingatkan kita terhadap itu.

momen-momen yang telah kita lalui dalam hidup lambat laun menjadi memori dan tanpa kita sadari hal itu tidak dapat kembali kita ulang. mungkin iya, kita tidak dapat mengulangnya kembali, namun memori akan selalu ada dan tersimpan baik dalam kenangan. kau akan selalu bisa merasakannya jika kau kembali mengingat kepada memori tersebut.

aku sempat mengingat kembali memori dimana aku melukai seseorang dan tanpa aku sadari bahwa aku telah mengacaukan segalanya. waktu yang kembali mengingatkan ku akan hal tersebut setelah sekian lama aku melupakannya. rasa penyesalan dan bersalah selalu aku rasakan, setelah memori itu kembali aku ingat.

entah bagaimana caranya aku bisa membayar rasa bersalahku. dan entah bagaimana waktu pula yang memberikan jawaban untukku dapat membayarnya. rasa penyesalan dan bersalah pun aku bayar dengan rasa sayang dan peduli. namun, aku masih merasakan rasa bersalah itu.

hingga sampai pada akhirnya rasa bersalah itu pun terbayarkan dengan rasa sakit. mungkin ini bukan rasa sakit yang pernah dirasakan seseorang dimasa lalu karenaku, namun aku rasa ini sepadan untuk membalas kesalahanku. aku telah menanti hari itu tiba, dimana penyesalan dan rasa bersalah itu berubah menjadi rasa sakit yang sulit untuk disembuhkan.

Saturday, February 16, 2019

sandiwara

aku sempat berhenti berharap pada dunia. dunia yang penuh dengan sandiwara tidak jelas. aku pun sempat berhenti untuk percaya pada hal-hal indah dunia ini.

sandiwara dunia sepertinya tidak pernah berhenti menghantuiku setiap saat. aku bahkan lupa bahwa dunia juga memiliki sisi yang indah. hingga pada titik dimana aku sudah tidak lagi berharap pada apapun yang ada di dunia.

disaat aku mulai berhenti berharap pada keadaan di dunia. mencoba untuk menerima dan memainkan peranku dengan apa adanya. tiba-tiba Tuhan mengingatkanku bahwa dunia pun tampak indah. Tuhan mencoba untuk mengatakan bahwa dunia tidak semenyeramkan seperti apa yang aku rasakan.

Tuhan mengabulkan permintaanku yang bahkan tidak pernah aku doakan sebelumnya.  membuat hidup menjadi berwarna dan membuatku untuk kembali berharap. jelas, aku menerimanya dengan senang hati, berharap jika warna yang hadir ini tak akan pernah luntur dari hidupku. berharap bahwa dia salah satu cara untukku kembali suka pada dunia.

kau merubah segalanya dalam hidupku. dari hal terburuk hingga yang terbaik. kau membuat cara pandangku terhadap dunia berbanding terbalik. seperti dunia sedang menyambut baik diriku. kau membantuku mengerti betapa hidup penuh dengan segala keindahannya.

namun sayangnya keindahan dunia hanya aku rasakan sesaat. Tuhan kembali memberiku cobaan, dengan mengambilmu. lagi-lagi aku harus merasakan rasanya kehilangan keindahan dunia. Tuhan memiliki cara, membiarkanmu pergi dari hidupku dan mungkin untuk selamanya.

kehadiranmu memang memperbaik keadaan, dulu. namun kepergianmu memberikan luka pada hidupku dan mungkin lebih parah dari sebelumnya. apa yang harus aku lakukan? berterima kasih kepada Tuhan karena telah menghadirkanmu dan memberiku waktu singkat untuk merasakan keindahan dunia. atau bahkan membenci keadaan karena kehilanganmu membuatku semakin membenci sandiwara kehidupan.